18, Juli 2025 00:03 WIB

Transformasi Digital Dakwah Islam : Kemenag Latih Penyuluh dengan Teknologi AI


Medan – Era transformasi digital yang kian pesat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para penyuluh agama dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara relevan dan berdampak. Menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menggelar Bimbingan Teknis Literasi Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dilaksanakan pada 17–19 Juli 2025 di Hotel Aryaduta Medan.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara Bapak Ahmad Qosbi dan dihadiri langsung oleh Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama RI, Bapak Jamaluddin M. Marki. Kegiatan ini diikuti oleh 75 penyuluh agama Islam dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Bapak Jamaluddin M. Marki menegaskan pentingnya peran strategis penyuluh agama Islam dalam membimbing masyarakat, tidak hanya dalam ranah spiritual, tetapi juga sosial dan digital. Beliau mengutip Pasal 1, angka 7 PERMENPAN-RB Nomor 9 Tahun 2021 yang menyebutkan bahwa penyuluhan agama adalah proses pengubahan perilaku melalui penyebaran informasi, komunikasi, edukasi, motivasi, konseling, dan advokasi—baik secara lisan maupun tulisan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyuluh agama harus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, terutama dalam mengatasi tantangan zaman melalui penguasaan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama dalam memperkuat dakwah yang efektif dan kontekstual.

Dalam arahannya, Bapak Jamaluddin juga menyampaikan pendapat beliau tentang lima profil ideal Penyuluh Agama Islam, yakni:

1. Beriman dan Bertaqwa: Memiliki iman yang kokoh serta bertaqwa kepada Allah SWT.

 

2. Berilmu dan Berpengetahuan: Menguasai ajaran Islam secara luas dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

3. Berakhlak Mulia: Menunjukkan sikap jujur, sabar, toleran, penuh kasih sayang, serta menghormati perbedaan.

 

4. Komunikatif dan Persuasif: Mampu berkomunikasi secara efektif dalam menyampaikan pesan-pesan agama.

 

5. Pengembangan Program Penyuluhan: Mampu merancang dan menjalankan program penyuluhan yang inovatif serta sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Bimtek ini dirancang untuk membekali para penyuluh dengan keterampilan praktis dalam menggunakan teknologi berbasis AI, seperti pembuatan konten dakwah digital, pemanfaatan media sosial secara strategis, serta teknik komunikasi yang relevan untuk generasi digital.

Selain memperkuat aspek teknis, pelatihan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antarpenyuluh dari berbagai daerah. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh mampu menjadi pionir dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui platform digital yang modern dan menjangkau lebih luas.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kapasitas SDM penyuluh agama agar selalu adaptif, inovatif, dan profesional di tengah dinamika masyarakat digital. Transformasi dakwah berbasis AI bukan sekadar wacana, tetapi kini mulai menjadi realita yang harus direspons secara progresif dan bijak.



Artikel Terkait

Share Artikel